Kegiatan Live In Dusun Muludan Berjalan Penuh Makna dan Kebersamaan
15–16 November 2025
SALATIGA – Langit Dusun Muludan, sebuah sudut teduh di Paroki Santo Paulus Miki Salatiga, bersinar lebih cerah pada 15-16 November 2025. Bukan karena matahari, melainkan oleh senyum dan semangat 50 remaja SMP dari berbagai sekolah—baik Katolik maupun Negeri—yang memulai petualangan ‘Live In’ penuh makna. Mengusung tema "Miki Muda Berkarakter: Mandiri, Peduli, Bersaudara," kegiatan ini sukses menjadi jembatan hangat antara kehidupan kota yang serba cepat dengan kekayaan kearifan lokal pedesaan.
Momen paling mengharukan terjadi saat upacara penerimaan. Puluhan keluarga angkat Dusun Muludan berdiri menyambut para ‘tamu kecil’ mereka dengan wajah berseri dan pelukan yang tulus. Suasana yang tadinya sedikit canggung berubah menjadi kehangatan sejati.
"Selamat datang, Nak. Anggap saja ini rumah sendiri, Ibu sudah siapkan kamar terbaik untuk kamu istirahat," ujar Bu Lastri (nama samaran), salah satu ibu angkat, sambil menepuk lembut bahu seorang peserta. Tawa riang pecah ketika seorang siswa mencoba mengangkat ember air yang ternyata jauh lebih berat dari dugaannya, disambut gelak tawa anggota keluarga angkatnya.
Inilah gambaran nyata dari semangat persaudaraan yang ingin dibangun: sebuah keluarga di desa yang menerima remaja kota dengan tangan terbuka, berbagi cerita, dan melibatkan mereka dalam setiap detil kehidupan sehari-hari.
Selama dua hari, para peserta benar-benar keluar dari zona nyaman. Mereka tidak lagi memegang gawai, melainkan cangkul, sabit, dan alat dapur. Jadwal padat mengajak mereka berpartisipasi penuh dalam aktivitas dusun, mulai dari:
Mandiri di Dapur: Membantu menyiapkan sarapan, mengupas bawang, hingga mencuci piring tanpa bantuan asisten.
Aktivitas Peternakan: Memberi makan ternak, membersihkan kandang, dan membawa hasil kebun.
Gotong Royong Komunal: Pagi di hari kedua dihabiskan dengan kerja bakti membersihkan lingkungan balai dusun bersama warga.
Melalui pengalaman ini, nilai kemandirian dan rasa syukur tertanam kuat. Malam harinya, dalam sesi refleksi yang intim (Inner Circle), air mata haru bercampur dengan janji diri untuk lebih menghargai setiap rezeki yang diterima.
Ketua Panitia, Virene Irida P., menyampaikan kegembiraannya atas kesuksesan acara ini. "Kami melihat langsung bagaimana para remaja ini bertransformasi. Dari yang awalnya takut kotor, kini mereka berani berinteraksi dan membantu. Ini bukan sekadar rekreasi, ini adalah investasi karakter spiritual yang membuat iman mereka 'membumi'," jelasnya.
Rangkaian acara ditutup dengan Perayaan Ekaristi Syukur di Gua Maria Rosa Mystica, menjadi penutup spiritual yang manis setelah dua hari penuh kerja keras dan kehangatan. Semua peserta kembali ke Salatiga membawa lebih dari sekadar kenangan: mereka membawa karakter baru yang Mandiri, Peduli, dan siap menjadi garam serta terang di tengah masyarakat.
Kegiatan Live In Siswa Paroki Santo Paulus Miki Salatiga ini diikuti oleh 50 peserta dari SMP PL Salatiga, SMP Stella Matutina, serta SMP Negeri 1, 4, dan 9, dan sukses terselenggara berkat sinergi antara Timpel Pendidikan Paroki dan seluruh Warga Dusun Muludan.